Senin, 23 April 2012

Seekor Anak Singa


Zaman dahulu, hiduplah seekor singa yang tengah mengandung. Saat ia melahirkan anaknya, singa itu meninggal, namun anaknya selamat. Bayi singa yang baru lahir itu sendiri di hutan belantara. Ia sangat kedinginan. Hingga datanglah rombongan domba menemukan anak singa itu. Ibu domba sangat kasihan melihat singa yang kedinginan itu. Ibu domba itu berniat untuk menolongnya, namun ia berpikir, jika ia besar nanti, ia akan memakan para domba. Ibu doba pun membatalkan niatnya, dan meninggalkan anak singa itu. Namun, tak lama kemudian ibu domba dan rombongannya kembali, ia tak tega meninggalkan anak singa itu. Akhirnya ibu domba itu mengurus anak singa itu.
Seiring berjalannya waktu, singa itu tumbuh besar bersama anak-anak domba yang lainnya. Singa itu tidak memakan para domba. Singa itu telah menjadi bagian dari kelompok domba. Ia tak tahu bahwa ia adalah seekor singa dan ia menganggap bahwa ia adalah seekor domba seperti yang lainnya.
Hingga pada suatu hari, ketika para domba dan singa itu bermain, datanglah seekor serigala. Serigala itu tengah kelaparan dan ia akan menyantap domba-domba itu. Namun, niatnya tertahan ketika ia melihat ada seekor singa di tengah kumpulan domba-domba itu. Karena ia sangat lapar, ia tak peduli dengan hal itu. Akhirnya serigala itu mendekati kumpulan domba.
Para domba sangat ketakutan melihat kedatangan serigala. Ibu domba menyuruh singa untuk mengusir serigala itu, namun anak singa itu hanya diam dan bersembunyi di belakang ibu domba, kareana ia juga ketakutan. Akhirnya sang serigala berhasil menangkap salah satu domba dan membawanya pergi.
Para domba merasa sedih, karena salah satu dari mereka dimakan oleh serigala. Ibu domba pun merasa kecewa kepada singa yang tak bisa mengusir serigala jahat itu.
Hari berikutnya, serigala itu pun kembali untuk menangkap domba lagi. Ibu domba menyuruh singa untuk mengusirnya.
“Ayo nak, mengaunglah agar serigala itu pergi!” Pinta ibu domba kepada singa.
“Tapi aku tidak bisa bu, aku takut.” Jawab singa gemetar.
Akhirnya ibu domba melakukan perlawanan. Ia mencoba menghadang serigala itu. Ia tak mau serigala itu menangkap anaknya lagi.
Sayangnya ibu domba terkena cakaran serigala.
“Tolong ibu, nak.” Pinta ibu domba kepada singa.
Singa itu tak tega melihat ibu domba berlumuran darah. Ia pun mendekati singa itu, dan..
“Mbeee... mbeeee....” sang singa mengembik.
“Haha.. haha...” Tawa serigala kegelian.
“Ternyata kamu itu hanyalah seekor domba yang berwujud seperti singa” Cela serigala.
“Mbeee.. mbeee...” sang singa hanya bisa mengembik.
Serigala pun berhasil mengambil seekor domba dan membawanya pergi.
****
Beberapa hari kemudian, ketika para domba dan singa mencari makan, datanglah seekor singa besar yang ingin memangsa para domba. Namun, niatnya terhenti, ia melihat ada seekor singa di antara domba-domba itu.
Para domba langsung berlari termasuk anak singa ketika melihat kedatangan singa dewasa.
“Tunggu..” Teriak singa dewasa.
Namun anak singa dan domba tidak menggubrisnya, mereka terus berlari. Ternyata perhatian singa dewasa bukan pada domba-domba itu, melainkan pada anak singa itu yang ketakutan ketika melihatnya. Terjadi kejar-kejaran antara anak singa dan singa dewasa. Sedangkan kumpulan para domba sudah tak terlihat lagi.
“Anak singa, berhenti!!” Pinta singa dewasa.
“Tidak, jangan tangkap aku, mbee.. jangan, mbee..” jawab anak singa sambil terus berlari.
Akhirnya anak singa itu pun tertangkap oleh singa dewasa.
“Ampun, mbee.. jangan makan aku, mbee.. aku tidak enak mbe.. tolong.. mbeeee.. mbeeee...” Jerit singa kecil sambil mengembik.
“Aku tidak akan memakanmu, ikutlah denganku.” Kata singa dewasa.
Akhirnya singa kecil menuruti kata-kata singa dewasa agar ia tidak memakannya. Singa dewasa membawa singa kecil itu ke tepi danau.
“Wahai, anak singa. Lihatlah dirimu ke tepi danau ini.” Pinta singa dewasa.
Singa kecil menurut. Ia sangat terkejut ketika melihat bayangan wajahnya di tepi danau. Ia terdiam dan terus memperhatikan bayangan wajahnya dan singa dewasa di air.
“Wajahku sama denganmu.” Ucap singa kecil.
“Iya, nak. Kamu adalah seekor singa seperti aku. Kamu tidak perlu takut kepadaku, aku tidak akan memakanmu, singa tidak akan memakan singa lagi. Mengaunglah nak, karena kamu seekor singa bukanlah seekor domba.”
Akhirnya sang singa kecil mengaung dengan kencang. Kini ia sadar, bahwa ia adalah singa, sang raja hutan. Ia tidak lemah lagi seperti dulu, karena kini ia telah menemukan jati dirinya sebgai seekor singa.

Terkadang kita pun seperti anak singa itu, yang tak mengenal siapa diri kita. Kita tidak tahu kelebihan/potensi yang ada dalam diri kita, karena kita berada di lingkungan yang tidak mendukung. Kita merasa bahwa kita lemah dan tidak memiliki kekuatan apa pun. Tapi sadarlah ada potensi besar dalam diri kita. Maka mengaunglah seperti anak singa itu, sebelum semuanya terlambat.


Kisah seekor Kodok


Teringat cerita tentang seekor kodok yang bisa memanjat tiang 100 meter. Hehe.. Itu hanya sebuah dongeng untuk anak-anak, tapi bukan hanya itu, ada pelajaran penting dari cerita tersebut. Ini dia ceritanya..

Di sebuah tempat (yang pasti tempat kumpulan kodok) akan diadakan lomba memanjat tiang setinggi 100 meter. Tentunya pemenangnya akan mendapatkan hadiah yang sangat besar. Banyak kodok yang tertarik untuk mengikuti lomba tersebut. Walau sebenarnya ada keraguan di hati mereka.
Perlombaan pun diikuti oleh banyak peserta. Ketika lomba itu dimulai, para kodok berlompatan untuk sampai ke tiang yang dituju. Riuh penonton saling menyoraki peserta lomba.
Ketika kodok-kodok berlompatan, seorang penonton berteriak, “Haha, mana mungkin kodok itu bisa sampai ke tiang itu!!!”. Disambung dengan penonton yang lain, “Jangankan untuk memanjat tiangnya, untuk mencapai tiangnya juga belum tentu bisa”. Para penonton terus melontarkan kata-kata ketidakmungkinan yang akan terjadi, “Ga mungkin ada kodok yang menang dalam perlombaan ini!”.
Peserta lomba itu pun berguguran satu persatu, ada yang mengundurkan diri, ada yang berhenti di tengah jalan, dan ada kodok yang hanya terdiam. Mungkin kodok-kodok menyadari perkataan para penonton. Namun, ada juga kodok yang terus melanjutkan perlombaan.
Para peserta lomba pun akhirnya sampai pada tiang yang dituju. Mereka melompat bergiliran menaiki tiang itu.
Sorak penonton pun semakin ramai. “Ga mungkin bisa!”, “Sudahlah menyerah saja”, “Hentikan saja perlombaan ini, hanya membuang-buang tenaga”, para penonton pun bersorak sangat kencang, “Ga mungkin, ga mungkin, ga mungkin!!!”
Para peserta pun menyerah, mereka lelah memanjat tiang itu, tidak pernah sampai ke puncak tiang itu, hanya baru setengah tiang mereka terjatuh lagi. Apalagi mendengar sorak penonton yang menyurutkan semangat mereka, memang tidak mungkin untuk memanjat tiang itu. Namun, ada seekor kodok yang menjadi perhatian penonton, sedari tadi ia tidak menyerah, terus berusaha memanjat tiang itu. Walaupun sorak penonton semakin kencang, tapi dihiraukan olehnya. Kodok itu terus memanjat, satu meter, dua meter, tiga meter, dan akhirnya kodok itu sampai puncak tiang itu. Para penonton dan peserta yang lainya kaget melihatnya, mana mungkin dia bisa memanjat tiang itu. Para penonton sejenak berhenti bersorak yang tak lama diikuti dengan sorak kemenangan.
Sang pemenang pun langsung dikerumuni kodok-kodok yang lain setelah dia turun dari tiang itu. Mereka penasaran mengapa dia bisa memanjat tiang itu. Dan ternyata kodok yang memenangkan lomba itu tidak bisa mendengar (tuli). Selama perlombaan ia tidak mendengar sorak penonton yang meragukannya, kata-kata negatif yang menyurutkan semangatnya. Ia tetap melanjutkan keinginan dengan tekadnya. Dan akhirnya, kini ia menjadi pemenang perlombaan itu.

Cerita yang lucu, mungkin sahabat juga bertanya, “Mana mungkin kodok bisa memanjat?”. Tapi bukanlah itu inti dari cerita tersebut. Namun, lihatlah kodok yang memenangkan perlombaan itu, ia tidak pernah menyerah, ia tidak mendengar kata-kata negatif yang dilontarkan yang akan menyurutkan semangatnya.
“Berlakulah tuli ketika orang berkata padamu bahwa kamu tidak bisa menggapai cita-citamu. Berpikirlah positif, katakan pada dirimu bahwa kamu bisa melakukannya”
Jadi, tetap semangat ya..

Minggu, 08 April 2012

Komponen Biologi sebagai Ilmu

Komponen Biologi sebagai Ilmu
Biologi merupakan cabang sains yang mempelajari berbagai permasalahan makhluk hidup, dan untuk mempelajari melalui proses dan sikap ilmiah ini sebagai konsekuensi biologi. Dengan menggunakan proses dan sikap ilmiah akan memperoleh produk ilmiah.

A.    Sikap ilmiah
Merupakan sikap yang harus dimiliki untuk berlaku obyektif dan jujur saat mengumpulkan dan menganalisa data.
Ilmuwan harus bersikap ilmiah:
  1.  Berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan argumentasi 
  2.  Mengembangkan keingintahuan 
  3.  Kepedulian terhadap lingkungan 
  4.  Berpendapat secara ilmiah dan kritis 
  5.  Berani mengusulkan perbaikan dan bertanggung jawab terhadap usulan tersebut 
  6.  Bekerja sama 
  7.  Jujur terhadap fakta 
  8.  Disiplin dan tekun
Ilmuwan harus dapat membedakan antara fakta dengan opini:
  1. Fakta: informasi yang diperoleh dari bukti-bukti pada data. 
  2.  Opini: pendapat mengenai peristiwa tertentu. Opini dapat berdasarkan fakta atau tidak. Dan berdasarkan fakta pun opini biasanya tidak ada data spesifik.

B.     Proses ilmiah
Merupakan perangkat ketrampilan kompleks yang digunakan dalam melakukan kerja ilmiah. Proses ilmiah dapat dilakukan dengan pendekatan ketrampilan proses dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Ketrampilan proses sains dasar, meliputi:
  1.  Mengobservasi, mencari gambaran atau informasi tentang objek penelitian melalui indera. Dalam biologi hasil observasi seringkali dibuat dalam bentuk gambar (misal gambar dunia dll), bagan (missal bagan siklus hidup kupu-kupu), tabel (misal tabel pertumbuhan penduduk suatu wilayah), grafik (misal grafik hubungan antara tabel pertumbuhan kecambah), dan tulisan. 
  2.  Menggolongkan, untuk mempermudah dalam mengidentifikasi suatu permasalahan. 
  3.  Menafsirkan, memberikan arti sesuatu fenomena/kejadian berdasarkan atas kejadian lainnya. 
  4. Mempraktikkan/meramalkan, memperkirakan kejadian berdasarkan kejadian sebelumnya serta hukum-hukum yang berlaku. Prakiraan dibedakan menjadi dua macam yaitu prakiraan intrapolasi yaitu prakiraan berdasarkan pada data yang telah terjadi; kedua prakiraan ekstrapolasi yaitu prakiraan berdasarkan logika di luar data yang terjadi. 
  5.  Mengajukan pertanyaan, berupa pertanyaan bagaimana, karena pertanyaan ini menuntut jawaban yang diperoleh dengan proses.

Ketrampilan proses sains terpadu, yang terdiri dari: 
  1. Mengidentifikasi variabel 
  2.  Menyusun tabel data 
  3.  Menyusun grafik 
  4.  Mendeskripsikan hubungan antar variabel 
  5.  Perolehan data dan pemrosesan data 
  6.  Menganalisia penyelidikan 
  7.  Merumuskan hipotesis 
  8.  Mendefinisikan variabel secara operasional 
  9.  Melakukan eksperimen

Langkah sistematis dalam proses ilmiah/metode ilmiah meliputi:
1.      Merumuskan masalah
Ada tiga cara dalam merumuskan permasalahan yaitu:
Apakah variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat objek eksperimen?
Bagaimana pengeruh variabel bebas terhadap variabel terikat objek eksperimen?
Apakah ada hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat objek eksperimen?
Variabel Variabel adalah faktor yang mempengaruhi eksperimen yang memiliki ukuran dan dapat diukur. Macam Variabel:
a. Bebas/Manipulasi yaitu faktor yang diubah oleh sang peneliti (misal: dosis pupuk)
b. Terikat/Respon yaitu Faktor yang berubah tergantung perubahan variabel bebas (misal: pertumbuhan tanaman)
c. Kontrol yaitu faktor yang sengaja tidak diberi perlakuan untuk pembanding (misal: pH, suhu, cahaya, air, tanah)
 2.      Menyusun kerangka berfikir
Kerangka berfikir dicari melalui kepustakaan atau fakta empiris.
3.      Merumuskan hipotesis
Hipotesis merupakan suatu dugaan yang merupakan jawaban sementara terhadap masalah sebelum dibuktikan.
Ada 2 macam hipotesis dalam eksperimen yaitu:
Hipotesis nol (H0) : tidak ada pengnaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat
Hipotesis alternatif (Ha) : ada pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat
Ha dibedakan menjadi 2 yaitu:
a. Ha positif, yaitu adanya pengaruh baik dari variabel bebas terhadap variabel respon
b. Ha negatif, yaitu adanya pengaruh buruk/jelek dari variabel bebas terhadap variabel respon      
4.      Melakukan eksperimen
Untuk mendukung atau menyangkal hipotesa itu perlu dibuktikan melalui eksperimen. Dalam melakukan eksperimen melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:
a. Taraf perlakuan
b. Pengendalian faktor lain
c. Ulangan
d. Pengukuran
5.      Analisis data
Analisa data dapat menggunakan statistik atau secara deskriptif.
6.      Menarik kesimpulan
Ada dua kemungkinan dalam kesimpulan yaitu hipotesis diterima (dugaan sementara sesuai dengan eksperimen) atau ditolak (dugaan sementara tidak sesuai dengan eksperimen).
7.      Publikasi
Hasil penelitian di publikasikan ke kalayak melalui jurnal penelitian, seminar atau lewat internet

Dampak mempelajari biologi sebagai ilmu 
Perkembangan yang semakin pesat ini, sifat keingintahuan manusia semakin berkembang pula. Hal ini dilakukan dengan cara mempelajari, mengadakan pengamatan dan penyelidikan untuk menambah pengetahuan dan keterampilannya tentang makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan serta alam sekitarnya, sehingga biologi sebagai ilmu sangat berperanan penting bagi kehidupan manusia untuk mengetahui lebih banyak mengenai diri kita dan mengenai lingkungan kehidupan kita, baik secara timbal balik maupun secara langsung tentang semua aspek kehidupan. Adapun timbal balik itu yang peran dalam kehidupan kita memberikan dampak negatif dan dampak positif. Dampak positif atau manfaatnya yaitu: 
  1. Manusia sadar terhadap hidup dan kehidupan dalam lingkungan.
  2. Diciptakan bibit unggul yang ramah lingkungan.
  3.  Pemanfaatan mikroorganisme dalam segala bidang.    
Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan yaitu:
  1. Mengeksploitasi SDA dengan sembarangan.
  2. Penggunaan bibit unggul dan pestisida berlebihan yang akan berdampak pada biodeversitas. 
  3. Penggunaan senjata biologi yang mematikan, yang akan merusak lingkungan biotik maupun abiotik.

Referensi:

Kamis, 05 April 2012

Keajaiban sebuah Senyuman


Sudahkah Sahabat tersenyum hari ini?? Hal yang sederhana, murah, mudah, dan menyenangkan untuk dilakukan. Sahabat tidak perlu membayar untuk melakukan hal ini, cukup tarik bibir kanan ke atas 2 cm, tarik bibir kiri ke atas 2 cm lalu tahan selama 7 detik, itulah senyum. Sahabat akan terlihat lebih manis saat tersenyum, dan.. akan ada suatu keajaiban yang terjadi setelah sahabat tersenyum. Ini dia keajaiban sebuah senyuman yang terkadang orang tak menyadarinya.
1.      Senyum adalah IBADAH
Sebagaimana hadist Rasulullah SAW, “Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah.” ( HR Trimidzi, Ibnu Hibban, dan Baihaqi )
“Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” ( HR Muslim ).
Seorang sahabat Abdullah bin Harits menceritakan tentang Rasulullah SAW, “Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW.” ( HR Tirmidzi).
Tuh kan, bukan hanya mudah dan murah, ternyata senyum itu bernilai ibadah lho. Mulai sekarang yuk kita tersenyum saat berjumpa saudara atau teman-teman kita. Hal kecil namun penuh makna.
2.      Senyum adalah SEDEKAH
Seorang sahabat yang tidak memiliki apa-apa untuk disedekahkan bertanya, “Jika kami ingin bersedekah, namun kami tidak memiliki apa pun, lantas apa yang bisa kami sedekahkan dan bagaimana kami menyedekahkannya?” Rasulullah SAW bersabda, “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” ( HR Tirmizi dan Abu Dzar )
Sedekah itu gak hanya dengan memberikan harta kepada orang yang tidak mampu, sebuah senyuman pun bisa menjadi sedekah, tapi senyumnya harus yang ikhlas ya.. Tanpa kita sadari saat kita tersenyum, ternyata bisa membuat orang lain yang melihat kita tersenyum ikut bahagia. Membahagiakan orang lain dengan senyuman kita itu kan hal yang baik.
3.      Senyummu menggambarkan kualitas KEPRIBADIANMU
Saat sahabat bertemu dengan orang baru yang cuek, seram, tanpa ada senyuman di wajahnya, pasti sahabat berpikir dia adalah orang yang jutek, angkuh, kaku, dan hal lainnya. Begitu pula penilaian orang lain terhadap sahabat ketika sahabat memasang wajah cemberut.
Hal yang sederhana pun bisa menggambarkan kepribadian kita, salah satunya adalah sebuah senyuman. Hmm.. siapa sangka sebuah senyuman bisa menggambarkan kualitas kepribadian yang baik. Ternyata di balik senyuman itu ada pribadi yang hebat, ramah, dan menyenangkan. Saat sahabat tersenyum, orang lain akan menilai bahwa sahabat adalah orang yang baik, bersahabat, ramah, menyenangkan, dan menghargai kehidupan. Jangan biarkan orang lain menganggap sahabat orang yang kaku dan tidak menyenangkan gara-gara sahabat malas untuk tersenyum. Bukan hanya itu, sahabat akan terlihat lebih manis saat sahabat tersenyum.
Hidup itu seperti sebuah kamera, tetaplah tersenyum untuk mendapatkan gambar terbaikmu.
4.      Senyum dapat menjadi OBAT ALAMI
Senyum itu meningkatkan kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah, dan membuat wajah kamu terlihat awet muda. Bahkan dalam riset yang dimuat dalam jurnal Psychological Science diungkapkan bahwa senyum ada kaitannya dengan umur yang panjang. Dengan senyum tubuh akan melepaskan endorphins, pemati rasa alami dan serotonin, besama-sama ketiganya dapat membuat tubuh terasa lebih baik dan mengurangi rasa sakit. Kamu yang menyadari pentingnya kesehatan tentu tak akan melewatkan hari-hari yang kamu jalani tanpa senyuman tulus dari wajahmu.
Nah, yang biasanya hanya 5 atau 6 kali tersenyum dalam sehari, ayo tingkatkan lagi senyumnya, gak susah kok. Smile...
5.      Senyum itu MENULAR
Bukan hanya penyakit yang bisa menular, senyum juga bisa menular lho. Tapi tenang, senyum itu menularkan virus yang baik kok. Jadi gak usah takut buat nyebarin virus senyum buat sahab-sahabat yang lain.
Mau bukti?? Ketika sahabat berada dalam ruangan yang dipenuhi orang-orang yang baru sahabat kenal, tersenyumlah dengan tulus! Lalu lihatlah balasan senyuman dari mereka yang akan mencairkan suasana dan menimbulkan keakrabaan. Senyummu membuat banyak orang tertarik untuk mengenal sahabat lebih dekat.
6.      Senyum itu mengubah MOOD
Saat sahabat lagi BT, terus sahabat dapat senyuman yang tulus dari teman, orang tua, atau orang yang sahabat sayangi, apa yang terjadi? Sahabat pasti kan membalas senyum tulus mereka dengan senyuman yang tak kalah manisnya, dan apa yang akan sahabat rasakan? Akan timbul perasaan positif yang bisa merubah mood kamu jadi bahagia.
7.      Dengan senyuman, BEBAN HIDUP yang berat akan terasa LEBIH RINGAN
Masalah yang menumpuk terkadang membuat kita untuk malas tersenyum. Tapi itu adalah perbuatan yang keliru, justru dengan tetap tersenyum masalah yang tengah dihadapi akan terasa lebih ringan. Senyuman itu seperti setitik cahaya dalam kegelapan. Senyuman mampu meredam stres yang tengah melanda sahabat. Tenangkan pikaran sahabat dan cobalah untuk tetap tersenyum, maka sahabat akan hadapi masalah sahabat dengan penuh semangat, dan beban yang tengah melanda pun akan berlalu.
Senyum yang terpancar dengan tulus akan membuat hati tentram. Tetap jaga senyuman sahabat di kala apapun. Mengapa harus menunngu kebahagiaan itu datang baru sahabat mau tersenyum, justru dengan tersenyum kebahagiaan itu akan datang.
Sekarang sahabat udah tahu kan tentang “Keajaiban sebuah Senyuman”, jadi jangan ragu lagi untuk menebar senyum manis sahabat untuk orang di sekitar sahabat. Buatlah mereka bahagia dengan senyum tulus dari sahabat. So, keep smile, ok!!
Ups, ada yang ketinggalan.. awas jangan sampai senyum-senyum sendiri ya!!


Referensi:

Rabu, 04 April 2012

Ruang Lingkup Biologi



Ruang lingkup Biologi
Berdasarkan struktur keilmuan menurut BSCS (Biological Science Curricullum Study, Mayer 1980) bahwa ruang lingkup biologi meliputi obyek biologi berupa:
1.  Kingdom animalia
2.  Kingdom plantae
3.  Kingdom fungi
4.  Kingdom protista
5.  Kingdom eubacteria
6.  Kingdom archaebacteria

Pembahasan permasalahan biologi meliputi 9 tema dasar yaitu:
1.      Biologi (sains) sebagai proses inkuiri
2.      Sejarah konsep biologi
3.      Evolusi
4.      Keanekaragaman dan keseragaman
5.      Genetika dan kelangsungan hidup
6.      Organisme dan lingkungan
7.      Perilaku
8.      Struktur dan fungsi
9.      Regulasi

Ditinjau tingkat organisasi kehidupan, pembahasan biologi dimulai dari:  
  1. Molekul (sekelompok atom (paling sedikit dua) yang berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu dan bermuatan netral). Contoh: virus. 
  2. Sel (unit struktural dan fungsional terkecil dari kehidupan). 
  3. Jaringan (kumpulan dari beberapa sel yang mempunyai bentuk, susunan, dan fungsi yang sama).
  4. Organ (kumpulan dari beberapa jaringan yang berbeda dan menjalankan fungsi yang sama). Contoh: hati, ginjal, dll. 
  5. Sistem organ (beberapa organ yang memiliki satu fungsi/kerja tertentu). Contoh: sistem sirkulasi, sistem transportasi, dll. 
  6. Individu (organisasi tunggal yang tersusun oleh kumpulan sistem organ). Contoh: manusia.
  7. Populasi (kumpulan individu yang sama di daerah yang sama). 
  8. Komunitas (kumpulan beberapa populasi). 
  9. Ekosistem (kumpulan beberapa komunitas dengan lingkungan abiotiknya). 
  10. Bioma (ekosistem dalam skala yang luas). 
  11.  Biosfer (kumpulan seluruh bioma dipermukaan bumi).

Manfaat Biologi
Ilmu biologi memiliki banyak manfaat, diantaranya:
1.      Bidang Pertanian   
a.   Penemuan bibit unggul dan pola pemupukkan yang sesuai dapat meningkatkan produksi pertanian

b. Melalui rekayasa genetika dapat diciptakan jenis tanaman budidaya yang mampu menghasilkan  insektisida sendiri (apel, pir, kol,brokoli, kentang), buah-buahan tanpa biji (semangka, pepaya, jeruk, anggur)
c.  Melalui teknik kultur jaringan tanaman unggul dapat dibudidayakan/diperbanyak dalam waktu yang singkat.(kelapa sawit, anggrek, pisang, wortel).  
2.      Bidang Industri Makanan
Pemanfaatan beberapa jenis mikroorganisme dalam industri makanan, sehingga makanan yang dihasilkan bersifat tahan lama, memiliki rasa yang disukai, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Contoh: nata de coco, roti, keju, tempe, tape, kecap, anggur.    
3.      Bidang Kedokteran 
a.   Ditemukan metode transplantasi (pencangkokan) organ bagi seseorang yang mengalami kerusakan atau disfungsi organ tubuhnya
b.  Dengan dipelajarinya berbagai macam virus (virologi) membantu manusia untuk menciptakan berbagai macam vaksin dari virus itu sendiri.
c.      Penemuan teknik bayi tabung membantu masalah pasutri yang tidak memiliki keturunan.
d.  Mikrobiologi kedokteran telah berhasil menemukan berbagai macam antibiotik untuk berbagai macam bakteri penyebab penyakit.
4.      Bidang Peternakan 
a.  Dengan adanya ilmu anatomi dan fisiologi hewan ditemukan teknik inseminasi (kawin suntik) yang bertujuan untuk mendapatkan hewan ternak dengan kualitas yang baik serta produksi yang meningkat
b.  Teknik vertilisasi in vitro . Embrio ternak yang unggul dihasilkan di luar uterus dalam jumlah tertentu, dan disimpan dalam jangka waktu tertentu pada nitrogen cair dengan suhu 196oC, kemudian dapat diimplantasikan ke induk betina tidak unggul dari spesies yang sama dengan demikian akan cepat diperoleh banyak ternak unggul.      

Cabang Biologi
Karena ruang lingkup yang luas maka ilmu biologi berkembang membentuk cabang-cabang ilmu biologi berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yaitu: tingkat organisasi kehidupan, kelompok organisme, aspek kehidupan atau kaitannya dengan ilmu lain (sebagai ilmu campuran, terapan).
Contoh cabang biologi antara lain:
  1. Taksonomi (mempelajari pengelompokan organisme berdasarkan persamaan dan perbedaan) 
  2. Virologi (mempelajari virus) 
  3. Mikrobiologi (mempelajari mikroorganisme) 
  4. Mikologi (mempelajari jamur, ragi dan kapang) 
  5. Botani (mempelajari  tumbuhan): pteridologi (paku), bryologi (lumut). 
  6. Zoologi (hewan): entomologi (serangga), iktiologi (ikan), herpetologi (reptil dan amfibi), ornitologi (unggas/burung), mamologi (mamalia) 
  7. Anatomi (struktur dan organisasi makhluk hidup): Sitologi (ilmu Sel), Histologi (ilmu jaringan). 
  8. Organologi (ilmu organ): Pulmonologi (paru-paru), Kardiologi (jantung), Neurologi (saraf). 
  9. Morfologi (fisik luar) 
  10. Fisiologi (fungsi dalam tubuh)

Cabang biologi lainnya, klik DI SINI.

Referensi:

Senin, 02 April 2012

Hanya Bintang Kecil


Ku sadari,
Aku bukanlah mentari
Yang mampu menyinari seluruh alam ini
Aku juga bukan pelangi,
Yang mampu mewarnai dunia ini
Namun,
Biarlah aku menjadi bintang
Bintang kecil yang lusuh nan redup
Yang hanya mampu memberi setitik cahaya
Yang mencoba tuk tinggal di hatimu
Walau ku tahu,
Cahayaku tak tak seterang mentari
Warnaku tak seindah pelangi
Tapi ku berjanji,
Ku kan tetap bersinar
Memberi seluruh cahayaku untukmu
Walaupun redup,
Namun kan tetap abadi
Harapku,
Aku kan tetap menjadi bintang di hatimu
Bintang kecil
Yang memberi arti

Minggu, 01 April 2012

Biologi sebagai Ilmu

Biologi sebagai Ilmu

Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu.
Mohammmad Hatta, mendefenisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.

Sifat Biologi sebagai Ilmu
1.      Memiliki Objek Kajian
Suatu ilmu harus memiliki objek kajian. Contoh ilmu matematika memiliki objek kajian berupa angka-angka, ilmu kimia memiliki objek kajian berupa zat-zat beserta sifatnya. Sedangkan Biologi merupakan ilmu tentang makhluk hidup.
2.      Memiliki metode
Metode artinya pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu yang teratur dan terkontrol. Pengembangan ilmu pengetahuan tidak dapat dilakukan secara asal-asalan, tetapi menggunakan cara atau metode tertentu. Metode yang digunakan itu bersifat baku dan dapat dilakukan oleh siapapun.
3.      Bersifat Sistematis
Sistematis artinya pengetahuan ilmiah itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri, satu dengan yang lain saling berkaitan, saling berkaitan, saling menjelaskan, sehingga seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh.
Contohnya dalam biologi, jika kita akan mempelajari tentang sel, maka materi yang akan kita pelajari perlu mendapat dukungan materi lain, misalnya tentang jaringan, organ, sistem organ, dan individu. Demikian pula sebaliknya, sehingga pengetahuan-pengetahuan itu tidak bertolak belakang. Sehingga ilmu pengetahuan bersifat sistematis adalah bahwa sebuah pengetahuan harus memiliki hubungan ketergantungan dan teratur, tidak boleh ada unsur-unsur yang saling bertolak belakang.
4.      Bersifat Universal
Berlakuk umum artinya pengetahuan ilmiah itu tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seorang atau oleh beberapa orang saja, tetapi semua orang dengan cara eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau konsisten. Contohnya dalam biologi pada reproduksi seksual selalu dimulai dengan adanya pertemuan antara sperma dan sel telur. Anda pikirkan, apakah hal itu berlaku untuk semua jenis makhluk hidup? Jika benar, berarti ilmu itu berlaku secara umum atau bersifat universal.
5.      Bersifat Objektif
Objektif artinya pengetahuan itu sesuai dengan objeknya, kesesuaian itu dapat dibuktikan dengan pengindraan atas dasar empiris (pengalaman). Sebuah ilmu harus menggambarkan keadaan secara apa adanya, yaitu mengandung data dan pernyataan yang sebenarnya (bersifat jujur), bebas dari prasangka, kepentingan, atau kesukaan pribadi.
6.      Bersifat Analitis
Jika ingin mempelajari struktur dan fungsi tumbuhan, maka Anda akan mempelajari bagian-bagian yang lebih rinci, yaitu akar, batang, daun, dan sebagainya. Itulah sebabnya kajian suatu ilmu dapat terbagi-bagi menjadi bagian yang lebih rinci guna memahami berbagai hubungan, sifat, serta peranan dari bagian-bagian tersebut.
7.      Bersifat Verifikatif
Suatu ilmu mengarah pada tercapainya suatu kebenaran. Misalnya, teori tentang Generatio Spontanea, menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati yang sudah diyakini kebenarannya, tetapi akhirnya teori itu digugurkan dengan teori Biogenesis, menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga. Akhirnya teori ini diyakini kebenarannya sampai sekarang.

Karakteristik biologi sebagai ilmu 
  1. Obyek kajian berupa benda konkret dan dapat ditangkap inderaDikembangkan berdasarkan pengalaman empiris (pengalaman nyata). 
  2. Memiliki langkah-langkah sistematis yang bersifat baku. 
  3. Menggunakan cara berfikir logis, yang bersifat deduktif artinya berfikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang khusus menjadi ketentuan yang berlaku umum. Bersifat deduktif artinya berfikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang umum menjadi ketentuan khusus. 
  4. Hasilnya bersifat obyektif atau apa adanya, terhindar dari kepentingan pelaku (subyektif) Hasil berupa hukum-hukum yang berlaku umum, dimanapun diberlakukan.




Referensi: